Lirik Cinta Terbaru: Mix~Max Album SPACE (2009): Cinta Akhirat, Nostalgia & Dunia Tanpa Perang

Dalam lirik cinta terbaru kali ini kita akan membahas album Mix~Max, Space (2009). Album ini dirilis bersamaan dengan Earth pada 31 Januari 2009. Dapat dikatakan dua album ini adalah satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain, 'dunia-langit'. Tema yang disampaikan pun serupa. Ada kisah cinta lelaki perempuan, cinta akhirat, dan lirik anti perang sebagai perlawanan kondisi dunia saat ini.




Album SPACE dibuka dengan track 'Kalky Autar' atau 'Kalki Avatara' yang merupakan nama kode dari 'nabi akhir zaman' yang ditunggu-tunggu. Banyak yang mengaitkannya dengan nabi terakhir umat Islam, Muhammad saw. Selanjutnya ada lagu yang mengusung semangat anti perang dalam balutan cinta/ kemanusiaan dan penyerahan diri kepada Tuhan, seperti dalam lagu 'Exhaust Battery', 'Chariot', dan 'Daichi Brigade'.





Lirik cinta antara lelaki dan perempuan dalam album ini lebih banyak dibandingkan dengan album EARTH. Misalnya, 'Apple Girl' yang nuansanya riang. Sebaliknya yang kontras, lirik patah hati, adalah 'Cinta Seperti Apa' yang sangat mellow. Sedangkan 'Kereta Kota Tua', pertemuan sepasang kekasih yang ditakdirkan, bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.

SPACE
Released: 31 Januari 2009
Highest Position: #1
Sold: 2.905.569

01. Kalky Autar
lirik: Firman/ lagu: Firman

02. Jatuhlah Cinta demi Jatuh Cinta
lirik: Satir/ lagu: Satir

03. Apocalypse
lirik: Satir/ lagu: Ramadhan

04. Daichi Brigade
lirik: Firman/ lagu: Erick

05. Chariot
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan

06. Gugur
lirik: Firman/ lagu: Satir

07. Apple Girl
lirik: Firman/ lagu: Erick

08. Guerrilla
lirik: Firman, Erick/ lagu: Erick

09. Exhaust Battery
lirik: Firman, Satir/ lagu: Satir

10. Cinta Seperti Apa
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan

11. Kereta Kota Tua
lirik: Firman/ lagu: Firman, Ramadhan





KALKY AUTAR
lirik: Firman/ lagu: Firman

Saat kau sendirian melihat bulan dalam kedinginan
kuselimuti hitam dengan matahari
Ini bukan tentang perjalanan malam
ini hanya tentang aku

Kapanpun engkau mengembarai bumi yang kerontang
awan putih selalu meneduhimu
Ini bukan tentang peristirahan siang
ini hanya tentang aku

Hanyalah aku, hanyalah aku
tempatmu untuk kembali
Setelah lelah setelah jauh
berjalan di dunia ini

Kala itu kau masih bergelung di kedalaman gua
kuperintah berangkat dengan ruh tertinggi
ini bukan tentang indah embun fajar
ini hanya tentang aku

Kapankah engkau beranikan hati demi memanggil
kutangguhkan waktu demi seruanmu
ini bukan tentang cakrawala senja
ini hanya tentang aku

Hanyalah aku, hanyalah aku
tempatmu untuk kembali
Setelah lelah setelah jauh
berjalan di dunia ini

Meskipun engkau belum pernah
sedikitpun bersua denganku sebelumnya
tetapi seakan engkau telah bersua
denganku sepanjang hidupmu dari namaku

Hanyalah aku, hanyalah aku
tempatmu untuk kembali
Setelah lelah setelah jauh
berjalan di dunia ini

Meskipun engkau belum pernah
sedikitpun melihat wajahku sebelumnya
tetapi sekarang engkau telah melihat
wajahku yang tak pernah tersembunyi lagi







JATUHLAH CINTA DEMI JATUH CINTA
lirik: Satir/ lagu: Satir

Hujan jatuh di matamu
ku telah basah kuyup
Meski hari tak berhujan
ia telah jatuh menyerah

Jatuhlah cinta
demi jatuh cintaku
kepadanya
Jatuhkan cinta
dari langit jauh

Langit jatuh menimbun bumi
kulihat di dalamnya hati
Meski awan masih basah
Hatiku telah jauh-hancur

Jatuhkan cintanya
demi jatuh cintaku
Ada perkecualian
segala jatuh cinta

Jatuhlah cintamu
demi jatuh cintaku
Pasti ada jatuh cinta
pusat semua jatuh cinta

Jatuh juga hati itu
di kedalaman cintaku
tak peduli jatuh sakit
di dalam jauh cintaku

Jatuhkan cintamu
demi jatuh cintaku
Ada perkecualian
segala jatuh cinta

Jatuhlah cintamu
demi jatuh cintaku
Pasti ada jatuh cinta
pusat semua jatuh cinta







APOCALYPSE
lirik: Satir/ lagu: Ramadhan

Jika dingin mengurung bumi,
Engkau adalah selimut tebal
Jika panas membakar langit,
Engkau adalah angin senja

Tiada lagi yang kupinta
cuma cintamu kepadaku

Sedikit kulihat bintang tenggelam
Tapi ia telah memekat gelap
Sedikit kulihat bulan pun terbit
Tapi ia tersesat di penghujung malam

Jika tebing tinggi menimbunku,
Kauhancurkan dengan telunjukmu
Jika kabut menutup pandangan,
Kauperlihatkan mata tersembunyi

Tiada lagi yang kuharap
selain cintamu yang dalam

Pernah kubaca ayat-ayat hilang
Tapi tiada yang seindah namamu
Pernah kulihat langit merah
tapi ia tak semerah engkau

Tiada malapetaka mengerucut
Tiada pertikaian terhampar
Hanya cintamu yang mampu melihat
alam semesta menyeru memanggil

Dan bila ia di sini
biar dia melihatmu
biar terceritakan
segala musim abadi
tempat kubergantung
sepenuhnya kepadamu

Tiada lagi yang kupinta
selain cintamu di atas segala

Pernah kubaca bunyi ayat hilang
Tapi tiada yang semanis senyummu
Pernah kulihat langit merah
tapi ia tak semerah wajahmu

Kelak bila dia duduk di dekatku
Kukabarkan sajak rahasia ini
Hanya cintamu yang mampu melihat
alam semesta mengumandangkan cinta

always fallin' in love
di setiap musim terjejak
tempatku berakhir-mula...







DAICHI BRIGADE

lirik: Firman/ lagu: Erick

Mereka yang menyeru perang
di depanku tidakkah gegabah
dan lihatlah kukibarkan bendera

Warnanya hitam menghujam jantung
Dan kutak peduli kalah atau mati

Kekasih jika cintamu dibunuh
akan kuhidupkan ia kembali berjuta kali
kudatangkan cinta tak terlihat
hanya untuk yang memahami
meninggikan hukum cinta abadi!

Mereka yang mengaku menyulut
artileri berdentuman di tanah perang
tidakkah mendengar

Jantungku berdentum teramat lantang
Warnanya merah hanya mendegupkanmu

Kekasih jika cintamu ditindas
akan kuciptakan kota pepuingan
kusingkapkan cinta rahasia
hanya untuk yang mengetahui
meninggikan hukum cinta abadi!

Kami bertempur di garis terdepan
terlihat nyata di seluruh ufuk

Kekasih jika cintamu dihancurkan
akan kujatuhkan cinta di atas cinta
bumi terhangatinya, langit terhujaninya
takkan hancur melawan ruang dan waktu
kutinggikan ia
dan tinggallah hukum cinta abadi!






CHARIOT

lirik: Firman/ lagu: Ramadhan

Wahai angin yang menampar hati
dan tanah gersang selamat tinggal
Kuning dedaunan mati meranggas
jatuh ke tanah mengucap pedih

Sekarang tiada yang mengenal lagi
Aku bagai benda asing bergulir kencang
ke padang pasir menuju hari persuaan

Jika cinta adalah kau mengapa aku kembali ke sana
Sejauh mata memandang tiada kau... kusendiri mengembara

Pecah air mata itu terdengar samar
dari kota mati dan pepuingan pecah
Kenangan adalah lukisan tanpa warna
yang terhampar hancur di ujung jalan

Bahkan meski kereta kuda yang kautumpangi
kehilangan sepasang roda depannya
kudibawa jauh ke perang tak terketahui

Jadi cinta adalah kau yang ada dalam tiada
Kutempatkan wajah di jendela melihat perang berkecamuk
tanpa cinta...

Hujan air mata deras membasahi
hikayat pendek kereta kudaku...

Seberang manapun jua adalah tanah kering tak bertuan
Dan engkau tersenyum di hatiku menciumnya di depan jendela

Jadi cinta adalah kau yang ada dalam tiada
Kutempatkan wajah di jendela melihat perang berkecamuk
Pasti cinta adalah kau pusat segala cintaku
Tiada lagi ragu, kugenggam cinta sebagai senjata abadiku...
berakhirlah perang







GUGUR

lirik: Firman/ lagu: Satir

Di retakan takdir itu,
aku dan kau melayang
menuju samudera tersembunyi
yang hanya kau yang mengetahui

Meski tanpa perbekalan pasti
Bahkan bila nyawa terpelanting
yang kutahu hanya di kedalaman sana
kutemui berjuta arakan awan

Entah seberapa jauh aku menenggelam dalam gurauan langit ini
tetapi entah mengapa pula aku mendekati samudera matahari

Jika kau berkata kepadaku
matilah maka aku akan
mati demi cintaku ini
Kukatakan pada pembawa
kematian jemput aku
menuju kekasih di sana

Di rekatan hidup ini,
langit biru mengapung
samudera mengepak sayapnya
aku dan engkau di entah tak terketahui

Kepadamu hanya ada dua
hal yang paling tersisa
kulupakan segala dan kuluapkan cinta
yang asing di duniaku

Entah seberapa dekat aku memerahi matahari tenggelam
tetapi entah mengapa pula aku terbang menyeberangi dataran salju

Jika kau mau atau tak mau
nyatakan saja kepadaku
aku 'kan selalu mencintaimu
Di ujung pengharapanku
adakah yang lain selain
bersua engkau lagi...

Jika kau mau dunia jatuh
pastinya ia akan terbalik rata
tapi bukankah itu tanpa cinta?
Di ujung pengharapanku
adakah yang lain selain
bersua engkau lagi...

Jika kau berkata kepadaku
matilah maka aku akan
mati demi cintamu ini
Kukatakan pada pembawa
kematian jemput aku
menuju kekasih di sana








APPLE GIRL

lirik: Firman/ lagu: Erick


Apel hijau di genggaman tanganmu meranum
Dia jatuh cinta kepadaku
Merebahlah rerumputan hijau kau berbaring
Wajahku menghantuimu

Dan meski kau gigit apelmu,
kau hanya merasai cintaku

Gadis apel mata sayumu
Menghambat laju darahku
jutaan apel menimbunku
Gadis apel sepatu putihmu
Menambat senyum bibirku
Jutaan cinta menimbunmu
Apakah kau bernafas?

Kecerdasan cerdik cendekia sedunia
mencipta gerobak bobrok bernama agama
Tak secerdas lugu hati merah bersahaja
yang hanya milikmu jua

Dan meski kaulihat padang hijau
akulah apel yang kaukunyah

Apple girl, my apple girl
Berlarilah berkejaran denganku
Dan lihatlah matahari
Jika kau malu mencintaiku
Kutak tahu lagi apakah langit mampu
menahankan cinta dan gegaris
putih di merah kragmu

I don't want to do anything
to upset His apple cart

Jadi gigit apelmu seperti kutuai musimku
Jadi kunyah cintaku seperti kugenggam
setiap jengkal hatimu

Gadis apel mungkin saja
cinta ini terlihat lagi
Jika kauhancurkan kuasa bumi
Kejar gerobak apelnya
Mintalah salah satu saja
Dan jangan pernah kau malu
berada di padang rumput
berada di sebelahku
i'll be your apple...




GUERRILLA

lirik: Firman, Erick/ lagu: Erick

Malampun berjatuhan di kubangan
darah dan lumpur kental pekat
kugigit cinta dan melontarkannya jauh
ke seberang biar membumihanguskan

Musuh kebingungan menyusun
strategi jitu penuh tipu daya
tak tahukah mereka tanpa siasat
sekalipun aku terlahir sebagai prajurit
yang memegang kendali dunia

Biar dadaku ditembus peluru 'ku 'kan tertawa
membayangkan akhir perang gerilya
Biar tubuhku mencium tanah ku 'kan bahagia
membayarkan akhir perang gerilya

Belum lagi malam mereda kulihat tuan pagi
memerahkan darahku yang mengental
Belum lagi pagi menyapa kulihat senja merah
mengantarkan kekasih ke pelukan

"If you want to join my guerrilla
i'll show you my empty tactics
leads you into the world
you've never known"

Jika kau gentar pada nyali
yang tak pernah terluka mati ini
Jangan berada di depanku
menyingkirlah pelan takkan kulukai
segalanya demi cinta yang nyata

Biar dadaku ditembus peluru 'ku 'kan tertawa
mengungkapkan akhir perang gerilya
Biar tubuhku mencium tanah 'ku 'kan bahagia
membuyarkan akhir siasat mereka

Belum lagi malam mereda kulihat matahari
memerahkan darahku yang mengental
Belum lagi pagi menyapa kulihat tuan senja
mengantarku ke peluk hangat cintanya

"Don't think all of these things
fleeting words nor floating world
Engkaulah orang asing
dan akulah tanah airmu"

note: bagian "Engkaulah orang asing dan akulah tanah airmu" adalah ucapan Tuhan kepada Musa.






EXHAUST BATTERY
lirik: Firman, Satir/ lagu: Satir

Matahari menahan dahaga
Terbakar perang nuklir dunia

Api pun terpantik hasrat genosida
Nyala pun melecut cambuk pembantaian
Tiada yang berhak menentang kuasa
Penjaga terakhir alam semesta

Matahari dan manusia berpusing tiada henti
mengelilingi puncak kemusnahan
Semakin dekat kau bersinggungan
Semakin haus kau terbakar nafsumu sendiri

Ribuan tanah tak terpetakan
mencipta sejarah tak terketahui

Bahan bakar menguap dalam rambu kuning
Manusia kelelahan mengumbar petaka
Nuklir tersembunyi di dalam hatiku
hanyalah cinta yang tak terdengar manusia

Sun is weeping, we are seeking direction
Revealing the truth as an accidentally perception
My exhaust battery called fallacious religion
screaming with laughter within abjuration

Tuhanpun diusung dalam keranda putih
Manusia berteriak mengepalkan tangan
Agamapun dibawa menuju medan perang
Makhluk bumi berjeritan mengepulkan perang

Matahari dan manusia berbaku hantam
menghancurkan setiap jengkal tata surya
"Di manakah Tuhan?" pertanyaan menakjubkan
Dusta tentang masa depan adalah titik sejarah bermula








CINTA SEPERTI APA

lirik: Firman/ lagu: Ramadhan

Jemari yang bertaut mengukirkan kembali luka musim hujan itu
Kita bersua di sudut jalan lapang, engkau berpaling meninggalkanku

Meski telah kupercepat langkah mengejarmu
engkau tak pernah mempedulikan jejak matiku lagi
dan hari ini kala kau kembali, hatiku telah hancur

Cinta seperti apa yang kuketahui saat ini
di matamu yang redup dan terlukai hancur namaku
Adakah aku?

Jika kuhentikan langkahmu saat itu, merenggut tangan yang belum hakku
apakah engkau mau bersebelahan dengan wajah merona merah darahku

Meski telah kuseberangi waktu menundamu
engkau tak pernah mengamati degup jantungku lagi
dan hari ini kala kau datang, hatiku telah mati

Cinta seperti apa yang kauinginkan saat ini
di bibirmu yang pucat dan tersakiti perilakuku
Adakah aku yang menelantarkan hatimu
atau engkau yang meremukkanku sekejap saja...

Cinta seperti apa yang 'kan kucipta di hatimu
Adakah dia setenang gugup wajahku atau
badai tengah menyergap malamnya, aku tak tahu
Akan tetapi, betapapun hancurnya
Kembalilah...






KERETA KOTA TUA

lirik: Firman/ lagu: Firman, Ramadhan

Bila matahari digelapkan, bila bulan dimusnahkan awan
Bila samudera dikeringkan, cinta ini tetap abadi melukis wajah tersembunyi

Musim kemarau membawa kau pergi ke kota tua
Musim ini akan kubawa cinta dalam kereta

Bila hujan tak lagi ada, bila siang kehilangan hangatnya
Bila malam menggigil, cinta ini tetap kekal membakar nyala tersembunyi

Pagi yang parau mengantar kau datang di kota tua
Pagi ini akan kubawa cinta sebagai lentera

Biar di sana matahari membuatku jatuh cinta
kuciptakan jutaan sajak rahasia
Biar di sana matahari terbakarku yang jatuh cinta
dia ciptakan jutaan cahaya rahasia

Biar nyawaku mungkin mati, bila tubuhku akan hancur berkeping
Biar tiada tempat kembali pulang, kuciptakan jutaan matahari lagi

Musim yang karam membawa kau pergi ke kota tua
Di keremangan ini kupeluk cinta dalam kereta

Biar di sana matahari membuatku jatuh cinta
menciptakan jutaan sajak rahasia
Biar di sana matahari terbakarku yang jatuh cinta
kuciptakan jutaan cahaya rahasia

kereta yang patah hatinya bergerak ke barat laut
membawa jutaan cinta sepanjang perjalanannya
kereta yang merah hatinya melaju ke barat laut
menebar jutaan cinta lebih jauh dari pandangan mata

Engkau dan aku menumpang di kereta menuju kota tua
entah berapa juta cinta yang terbawa serta
Engkau dan aku bersua di kereta menuju kota tua
entah berapa juta cinta yang tertebar ke dunia

Cintai aku, cintailah dengan sebenar-benarnya cinta
Cintai aku, cintailah dengan sebenar-benarnya cinta




Previous
Next Post »