Dalam lirik lagu cinta terbaru kali ini kita akan membahas album ketujuh Mix~Max, REVOLUTION (2008). Album ini dirilis ketika Mix~Max masih dalam masa setengah transisi, antara vakum karena kesibukan masing-masing personel mengerjakan proyek solo, dan kembali menjadi satu unit. Album ini juga merupakan album persimpangan jika melihat lirik-lirik Mix~Max setelah REVOLUTION yang sangat jauh berubah, baik dari susunan kalimat maupun tema.
Album REVOLUTION terdiri dari 11 tracks, dengan single 'Sajak Sepanjang Malam', 'Blaze', dan 'Lullaby'. Tema kisah cinta antara lelaki dan wanita masih sangat kental di album ini. Namun belum bercampur dengan aroma sufistik di album-album berikutnya. Kisah cinta itu bisa dilihat dari "Sajak Sepanjang Malam' dan 'Lullaby' yang dramatis, tentang pengorbanan pria terhadap wanitanya. Atau 'Apple of The Eyes' yang merupakan lagu cinta bahagia yang manis.
Tema lain tentang pencarian kebenaran hakiki, misalnya ada di 'Traffic Light' dan 'Assailant'. Kritik terhadap perang, ditampilkan di lagu 'Teardrop in My Tearoom' yang penyusunan liriknya dibantu Erick. Sementara itu di lagu 'Hour' kita bisa melihat bentuk lirik sufistik Firman yang masih sedikit 'kasar'. Tema berikutnya, tentang hari kiamat, yang kemudian diulang lebih baik dalam album SIGN, muncul di 'Day of Judgement'.
"REVOLUTION"
Released: January 2nd 2008
Sale: 1.652.385 (Maret 2008)
Label: Levrant.com
Highest Position: #1 (National Chart)
tracklist:
01. Sajak Sepanjang Malam
lirik: Firman/ lagu: Firman & Satir
02. Traffic Light
lirik: Satir/ lagu: Erick
03. Apple of the Eyes
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan
04. Blaze
lirik: Firman/ lagu: Firman
05. Udara Rosemary
lirik: Firman/ lagu: Firman
06. Assailant
lirik: Satir/ lagu: Erick
07. Everyday, Happy Birthday
lirik: Satir/ lagu: Satir & Erick
08. Hour
lirik: Firman & Ramadhan/ lagu: Ramadhan
09. Teardrop in My Tearoom
lirik: Firman & Erick/ lagu: Erick
10. Day of Judgement
lirik: Firman/ lagu: Erick
11. Lullaby
lirik: Firman/ lagu: Satir
SAJAK SEPANJANG MALAM
lirik: Firman/ lagu: Firman, Satir
Rembulan di manakah kau kini,
yang hitam cuma langit malam
Rembulan di manakah ku kini,
terserak di tengah kerumunan
Limpahkanlah dia cahaya gemilang
yang terpantulkan yang disembunyikan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam
Rembulan di mana kau sembunyi,
dia pun telah lama'tuk menanti
Rembulan di mana ku berbunyi,
kurasa tak di dunia ini lagi
Terlimpahkah dia cahaya benderang?
Yang terasingkan yang terhinakan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam
Limpahkanlah dia cahaya gemilang
yang terpantulkan yang disembunyikan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam
TRAFFIC LIGHT
lirik: Satir/ lagu: Erick
oh~ menyala lagi, warna merah darah
tidak ada nyali gerakan berhenti
mata mudah mati juga cinta ini
lelah hari-hari berat ditumpahkan
oh~ kekasih hati lampu hijau itu
di mana mereka, di mana mereka
tidak muncul juga, tidak muncul lagi
aku jadi mati segala berhenti
hidup penuh cinta ada di tak ada
yang tak terlihat yang jauh tak terkira
jiwa penuh cinta di sini tak ada
dia tak terlihat makin jauh lagi...
oh~ menyala lagi, warna merah darah
tak ada aturan semua bertabrakan
hidup mudah mati tidak cinta ini
jika itu buat untukmu selalu...
hidup penuh cinta ada di tak ada
yang tak terlihat yang jauh tak terkira
jiwa penuh cinta di sini tak ada
dia tak terlihat makin jauh lagi...
APPLE OF THE EYES
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan
Bisa jadi matahari tergelincir
Engkau belum merampungkan tidurku
Bisa jadi bintang-bintang lenyap hilang
Aku masih menggeluti nafasmu
Apple of my eyes...
Takkan ada yang bisa mengalahkan
Pacuan degup jantung memacu-terpacu
Takkan ada yang bisa menaklukkan
Darah menggelegak segala luluh-lantak
Bisa jadi embun pagi telah kering
Kita tetap bertahan di kehangatan
Bisa jadi hari telah jauh berganti
Dan ku lupa segala sesuatu
Apple of my eyes...
we'll eat this apple
till the annihilation day...
BLAZE
lirik: Firman/ lagu: Firman
Tak kusangka air mata
berjatuhan jatuh lagi
di udara yang mendingin
di hati yang telah membeku
Mengapakah kau nyalakan api
yang membumihanguskan tawa
Kala angin bertiup ia terbangkan
serta ke seluruh penjuru dunia
Tak terasa perih ini
tak berhenti luka lagi
di mimpi yang berserakan
di cinta yang tak pernah ada
Mengapakah kau lukai hatiku
berulang dan berulang lagi
dengan darah dan nyawa
yang tak seharusnya terambil
Semakin lama kuterbiasa menerima
Perlakuan ini seolah adalah hal biasa
Apakah tak bisa kuhirup udara
sejernih cinta yang tak pernah tiba?
UDARA ROSEMARY
lirik: Firman/ lagu: Firman
Sekilas di langit kau terbang melayang bersenandung
apakah kau sudah menemukan dia yang kaucari...
Rosemary hari ini sayapmu tak ada lagi
bagaimana engkau bisa terbang jauh dan tinggi
aku ini manusia di siang yang tak berawan
padang rumput tempat aku berbaring sangat sepi
Rosemary kau tiupi telingaku tiupinya dengan lembut
Cinta ini telah terjaga lagi telah terjaga setiap hari
Sekilas di langit kau terbang melayang bersenandung
apakah kau sudah menemukan dia yang kaucari...
Sekejap di tanah kuterbebas dari ikat kekangan
apakah ku bisa menemukan dia yang kaucari...
Rosemary, kaututupi jasad ini dengan kain serba putih
Meski jari semakin dingin hati ingin mengikutmu...
Setiap hariku semakin jatuh cinta di udaramu
padamu, padamu, padanya yang kaucinta...
ASSAILANT
lirik: Satir/ lagu: Erick
Orang asing, wahai engkau
Apa kabar, baikkah kau?
Orang asing jangan jadi
sang pengganggu berotak dungu
Sehingga nanti kuambil batu
melemparkannya ke arahmu
Sehingga nanti kupasang wajah
yang paling masam depan matamu
Jangan turut campur dulu
belum cukup kau mengerti
Jangan ganggu cinta ini
kau belumlah cukup tahu
Orang asing, wahai engkau
sang pengganggu berotak dungu
Orang asing, dengar walau
ucapanku mulai meracau
Sehingga nanti akan kuhentikan
pengembaraanku untuk cintamu
Sehingga nanti akan terhentikan
percintaanmu dengan cintaku
Jangan engkau asal bicara
bila belum kau pahami
Jangan engkau menghakimi
jika benar benarmu satu
EVERYDAY, HAPPY BIRTHDAY
lirik: Satir/ lagu: Satir, Erick
Setiap hari kuterbangun
di dunia yang baru, di cinta tak layu
Setiap hari kuterlahir
di ujung pelangi, di cinta abadi
Dan kau ajari aku berjalan
Dan kau bekali aku cinta
Bagaimana kumesti berterima kasih
untuk segala yang kaucipta
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa pelangimu
Bagaimana kuharus berterima kasih
untuk tumpahan bahagia
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa namamu
Di setiap permulaan pagi
Selalu kauucap selamat hari lahir
Sebelum kubuka mata
Kaucerahkan matahari untukku...
Kuakui aku adalah sesuatu
yang hilang di hadapanmu...
Bagaimana kumesti berterima kasih
untuk segala yang kaucipta
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa pelangimu
Bagaimana kuharus berterima kasih
untuk tumpahan bahagia
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa namamu
Hanya ini yang bisa kuberikan
Tentu tak cukup, kasih...
Everyday, happy birthday [6x]
HOUR
lirik: Firman, Ramadhan/ lagu: Ramadhan
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan jauh dariku
Hidupku telah lama mati
waktuku habis sia-sia
Sunyi ini semakin kering
tak ada siapapun lagi
Daun-daun berjatuhan
mengabarkan pengakhiran
Tibalah saatnya untuk
kaubawa aku pergi...
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan jauh dariku
Kutunggu sekian lama
perjumpaan denganmu
Menuju yang tak terbatas
menuju waktu tak berwaktu
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan mendekatiku
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
Ku berharap kau di sisiku.
DAY OF JUDGEMENT
lirik: Firman/ lagu: Erick
Matahari terbit dari barat, kuberbalik
Dia terlahir dari timur pula
Terkesima kami menatapi langit merah
Inikah hari yang dijanjikan?
Dua matahari di kanan kiriku
Berlari, berlari, kuberlari
menjejaki bumi melintasi sang waktu
Tubuhku, tubuhku, rusaklah rusak
Hancurlah engkau biar jiwaku lari
dan kami pun bersua...
Ribuan cinta berjatuhan ke bumi kerontang
Menghujani manusia
Jutaan cahaya berjatuhan ke tanah gersang
Menghujami kebencian
Bukalah tabir gelap yang membelenggu
Berlari, berlari, kuberlari
Menyeberang semesta memutari putaran
Tubuhku, tubuhnya, remuklah sudah
Terlarut keabadian terlarut cinta
Cuma cinta yang abadi...
Cuma cinta yang abadi...
[tak akan ada detik, tak akan ada waktu
tak akan ada benci, dan hanya ada cinta]
Terperangah kami memuji-mujimu
Terperangah kami memuja-mujamu
Berlari, berlari, kuberlari
Menyeberang semesta memutari putaran
Tubuhku, tubuhnya, remuklah sudah
Terlarut keabadian terlarut cinta
Cuma cinta yang abadi...
Cuma cinta yang abadi...
Dan cinta pun abadi
TEARDROP IN MY TEAROOM
lirik: Firman, Erick/ lagu: Erick
Senjata terangkat tinggi-tinggi di udara
Kubertahan berdarah di perang yang panjang
tanganku terangkat agak rendah di udara
mengucap namamu dengan bibir bergetar...
Kauteteskan air mata di keheningan
terisak dan sedih mengguncang hati
kekasih kutahu kau sedang menungguku
di sana di ruang kosong yang pernah ada
kau aku tertawa terbawa perbincangan
dan kini rasanya ruang itu makin hampa....
Kauteteskan air mata di keheningan
terisak dan sedih mengguncang hati
Kekasih dengarkan kumau kau tersenyum
tengadahkan wajah hapus setiap luka...
Di sini kupertahankan nama tak bernama
seperti kita yang paling mengetahui
kebenaran, kekasih, tak ada di dunia,
tak ada sampai tiba dipegang nyawa
Kauteteskan air mata di keheningan,
berbisik agar tubuh ini bisa bertahan
Kekasih dengar hidup ini sementara
di akhirnya di akhirnya dipadamkan
LULLABY
lirik: Firman/ lagu: Satir
Kuakan menyanyikan lagu hingga dia terlelap
di badai berkepanjangan yang tak kunjung usai
Kecemerlangan pijar dihembus angin kencang
Kuselimuti dia dengan sedikit kehangatan
Dan meski kau tak bertemu lagi,
percayalah ini lagu terindahku...
I'll sing lullaby to make her goes to sleep
Where is the torch that lights my hope on
Dan meski kau tak mendengar lagi,
percayalah ini lagu terbaikku...
Tidurlah tertidur, lelaplah mimpi indahmu
Jangan pernah terjaga hingga esok pagi tiba
Menghancurkan badai membungai harummu
sehingga dingin ragaku sedikit lebih berarti
Album REVOLUTION terdiri dari 11 tracks, dengan single 'Sajak Sepanjang Malam', 'Blaze', dan 'Lullaby'. Tema kisah cinta antara lelaki dan wanita masih sangat kental di album ini. Namun belum bercampur dengan aroma sufistik di album-album berikutnya. Kisah cinta itu bisa dilihat dari "Sajak Sepanjang Malam' dan 'Lullaby' yang dramatis, tentang pengorbanan pria terhadap wanitanya. Atau 'Apple of The Eyes' yang merupakan lagu cinta bahagia yang manis.
Tema lain tentang pencarian kebenaran hakiki, misalnya ada di 'Traffic Light' dan 'Assailant'. Kritik terhadap perang, ditampilkan di lagu 'Teardrop in My Tearoom' yang penyusunan liriknya dibantu Erick. Sementara itu di lagu 'Hour' kita bisa melihat bentuk lirik sufistik Firman yang masih sedikit 'kasar'. Tema berikutnya, tentang hari kiamat, yang kemudian diulang lebih baik dalam album SIGN, muncul di 'Day of Judgement'.
"REVOLUTION"
Released: January 2nd 2008
Sale: 1.652.385 (Maret 2008)
Label: Levrant.com
Highest Position: #1 (National Chart)
tracklist:
01. Sajak Sepanjang Malam
lirik: Firman/ lagu: Firman & Satir
02. Traffic Light
lirik: Satir/ lagu: Erick
03. Apple of the Eyes
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan
04. Blaze
lirik: Firman/ lagu: Firman
05. Udara Rosemary
lirik: Firman/ lagu: Firman
06. Assailant
lirik: Satir/ lagu: Erick
07. Everyday, Happy Birthday
lirik: Satir/ lagu: Satir & Erick
08. Hour
lirik: Firman & Ramadhan/ lagu: Ramadhan
09. Teardrop in My Tearoom
lirik: Firman & Erick/ lagu: Erick
10. Day of Judgement
lirik: Firman/ lagu: Erick
11. Lullaby
lirik: Firman/ lagu: Satir
SAJAK SEPANJANG MALAM
lirik: Firman/ lagu: Firman, Satir
Rembulan di manakah kau kini,
yang hitam cuma langit malam
Rembulan di manakah ku kini,
terserak di tengah kerumunan
Limpahkanlah dia cahaya gemilang
yang terpantulkan yang disembunyikan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam
Rembulan di mana kau sembunyi,
dia pun telah lama'tuk menanti
Rembulan di mana ku berbunyi,
kurasa tak di dunia ini lagi
Terlimpahkah dia cahaya benderang?
Yang terasingkan yang terhinakan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam
Limpahkanlah dia cahaya gemilang
yang terpantulkan yang disembunyikan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam
TRAFFIC LIGHT
lirik: Satir/ lagu: Erick
oh~ menyala lagi, warna merah darah
tidak ada nyali gerakan berhenti
mata mudah mati juga cinta ini
lelah hari-hari berat ditumpahkan
oh~ kekasih hati lampu hijau itu
di mana mereka, di mana mereka
tidak muncul juga, tidak muncul lagi
aku jadi mati segala berhenti
hidup penuh cinta ada di tak ada
yang tak terlihat yang jauh tak terkira
jiwa penuh cinta di sini tak ada
dia tak terlihat makin jauh lagi...
oh~ menyala lagi, warna merah darah
tak ada aturan semua bertabrakan
hidup mudah mati tidak cinta ini
jika itu buat untukmu selalu...
hidup penuh cinta ada di tak ada
yang tak terlihat yang jauh tak terkira
jiwa penuh cinta di sini tak ada
dia tak terlihat makin jauh lagi...
APPLE OF THE EYES
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan
Bisa jadi matahari tergelincir
Engkau belum merampungkan tidurku
Bisa jadi bintang-bintang lenyap hilang
Aku masih menggeluti nafasmu
Apple of my eyes...
Takkan ada yang bisa mengalahkan
Pacuan degup jantung memacu-terpacu
Takkan ada yang bisa menaklukkan
Darah menggelegak segala luluh-lantak
Bisa jadi embun pagi telah kering
Kita tetap bertahan di kehangatan
Bisa jadi hari telah jauh berganti
Dan ku lupa segala sesuatu
Apple of my eyes...
we'll eat this apple
till the annihilation day...
BLAZE
lirik: Firman/ lagu: Firman
Tak kusangka air mata
berjatuhan jatuh lagi
di udara yang mendingin
di hati yang telah membeku
Mengapakah kau nyalakan api
yang membumihanguskan tawa
Kala angin bertiup ia terbangkan
serta ke seluruh penjuru dunia
Tak terasa perih ini
tak berhenti luka lagi
di mimpi yang berserakan
di cinta yang tak pernah ada
Mengapakah kau lukai hatiku
berulang dan berulang lagi
dengan darah dan nyawa
yang tak seharusnya terambil
Semakin lama kuterbiasa menerima
Perlakuan ini seolah adalah hal biasa
Apakah tak bisa kuhirup udara
sejernih cinta yang tak pernah tiba?
UDARA ROSEMARY
lirik: Firman/ lagu: Firman
Sekilas di langit kau terbang melayang bersenandung
apakah kau sudah menemukan dia yang kaucari...
Rosemary hari ini sayapmu tak ada lagi
bagaimana engkau bisa terbang jauh dan tinggi
aku ini manusia di siang yang tak berawan
padang rumput tempat aku berbaring sangat sepi
Rosemary kau tiupi telingaku tiupinya dengan lembut
Cinta ini telah terjaga lagi telah terjaga setiap hari
Sekilas di langit kau terbang melayang bersenandung
apakah kau sudah menemukan dia yang kaucari...
Sekejap di tanah kuterbebas dari ikat kekangan
apakah ku bisa menemukan dia yang kaucari...
Rosemary, kaututupi jasad ini dengan kain serba putih
Meski jari semakin dingin hati ingin mengikutmu...
Setiap hariku semakin jatuh cinta di udaramu
padamu, padamu, padanya yang kaucinta...
ASSAILANT
lirik: Satir/ lagu: Erick
Orang asing, wahai engkau
Apa kabar, baikkah kau?
Orang asing jangan jadi
sang pengganggu berotak dungu
Sehingga nanti kuambil batu
melemparkannya ke arahmu
Sehingga nanti kupasang wajah
yang paling masam depan matamu
Jangan turut campur dulu
belum cukup kau mengerti
Jangan ganggu cinta ini
kau belumlah cukup tahu
Orang asing, wahai engkau
sang pengganggu berotak dungu
Orang asing, dengar walau
ucapanku mulai meracau
Sehingga nanti akan kuhentikan
pengembaraanku untuk cintamu
Sehingga nanti akan terhentikan
percintaanmu dengan cintaku
Jangan engkau asal bicara
bila belum kau pahami
Jangan engkau menghakimi
jika benar benarmu satu
EVERYDAY, HAPPY BIRTHDAY
lirik: Satir/ lagu: Satir, Erick
Setiap hari kuterbangun
di dunia yang baru, di cinta tak layu
Setiap hari kuterlahir
di ujung pelangi, di cinta abadi
Dan kau ajari aku berjalan
Dan kau bekali aku cinta
Bagaimana kumesti berterima kasih
untuk segala yang kaucipta
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa pelangimu
Bagaimana kuharus berterima kasih
untuk tumpahan bahagia
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa namamu
Di setiap permulaan pagi
Selalu kauucap selamat hari lahir
Sebelum kubuka mata
Kaucerahkan matahari untukku...
Kuakui aku adalah sesuatu
yang hilang di hadapanmu...
Bagaimana kumesti berterima kasih
untuk segala yang kaucipta
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa pelangimu
Bagaimana kuharus berterima kasih
untuk tumpahan bahagia
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa namamu
Hanya ini yang bisa kuberikan
Tentu tak cukup, kasih...
Everyday, happy birthday [6x]
HOUR
lirik: Firman, Ramadhan/ lagu: Ramadhan
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan jauh dariku
Hidupku telah lama mati
waktuku habis sia-sia
Sunyi ini semakin kering
tak ada siapapun lagi
Daun-daun berjatuhan
mengabarkan pengakhiran
Tibalah saatnya untuk
kaubawa aku pergi...
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan jauh dariku
Kutunggu sekian lama
perjumpaan denganmu
Menuju yang tak terbatas
menuju waktu tak berwaktu
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan mendekatiku
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
Ku berharap kau di sisiku.
DAY OF JUDGEMENT
lirik: Firman/ lagu: Erick
Matahari terbit dari barat, kuberbalik
Dia terlahir dari timur pula
Terkesima kami menatapi langit merah
Inikah hari yang dijanjikan?
Dua matahari di kanan kiriku
Berlari, berlari, kuberlari
menjejaki bumi melintasi sang waktu
Tubuhku, tubuhku, rusaklah rusak
Hancurlah engkau biar jiwaku lari
dan kami pun bersua...
Ribuan cinta berjatuhan ke bumi kerontang
Menghujani manusia
Jutaan cahaya berjatuhan ke tanah gersang
Menghujami kebencian
Bukalah tabir gelap yang membelenggu
Berlari, berlari, kuberlari
Menyeberang semesta memutari putaran
Tubuhku, tubuhnya, remuklah sudah
Terlarut keabadian terlarut cinta
Cuma cinta yang abadi...
Cuma cinta yang abadi...
[tak akan ada detik, tak akan ada waktu
tak akan ada benci, dan hanya ada cinta]
Terperangah kami memuji-mujimu
Terperangah kami memuja-mujamu
Berlari, berlari, kuberlari
Menyeberang semesta memutari putaran
Tubuhku, tubuhnya, remuklah sudah
Terlarut keabadian terlarut cinta
Cuma cinta yang abadi...
Cuma cinta yang abadi...
Dan cinta pun abadi
TEARDROP IN MY TEAROOM
lirik: Firman, Erick/ lagu: Erick
Senjata terangkat tinggi-tinggi di udara
Kubertahan berdarah di perang yang panjang
tanganku terangkat agak rendah di udara
mengucap namamu dengan bibir bergetar...
Kauteteskan air mata di keheningan
terisak dan sedih mengguncang hati
kekasih kutahu kau sedang menungguku
di sana di ruang kosong yang pernah ada
kau aku tertawa terbawa perbincangan
dan kini rasanya ruang itu makin hampa....
Kauteteskan air mata di keheningan
terisak dan sedih mengguncang hati
Kekasih dengarkan kumau kau tersenyum
tengadahkan wajah hapus setiap luka...
Di sini kupertahankan nama tak bernama
seperti kita yang paling mengetahui
kebenaran, kekasih, tak ada di dunia,
tak ada sampai tiba dipegang nyawa
Kauteteskan air mata di keheningan,
berbisik agar tubuh ini bisa bertahan
Kekasih dengar hidup ini sementara
di akhirnya di akhirnya dipadamkan
LULLABY
lirik: Firman/ lagu: Satir
Kuakan menyanyikan lagu hingga dia terlelap
di badai berkepanjangan yang tak kunjung usai
Kecemerlangan pijar dihembus angin kencang
Kuselimuti dia dengan sedikit kehangatan
Dan meski kau tak bertemu lagi,
percayalah ini lagu terindahku...
I'll sing lullaby to make her goes to sleep
Where is the torch that lights my hope on
Dan meski kau tak mendengar lagi,
percayalah ini lagu terbaikku...
Tidurlah tertidur, lelaplah mimpi indahmu
Jangan pernah terjaga hingga esok pagi tiba
Menghancurkan badai membungai harummu
sehingga dingin ragaku sedikit lebih berarti
ConversionConversion EmoticonEmoticon