Lirik Lagu Cinta Terbaru: Mix~Max Album REVOLUTION (2008): Cinta Lelaki & Wanita, Pencarian Kebenaran Hakiki

Dalam lirik lagu cinta terbaru kali ini kita akan membahas album ketujuh Mix~Max, REVOLUTION (2008). Album ini dirilis ketika Mix~Max masih dalam masa setengah transisi, antara vakum karena kesibukan masing-masing personel mengerjakan proyek solo, dan kembali menjadi satu unit. Album ini juga merupakan album persimpangan jika melihat lirik-lirik Mix~Max setelah REVOLUTION yang sangat jauh berubah, baik dari susunan kalimat maupun tema.

Album REVOLUTION terdiri dari 11 tracks, dengan single 'Sajak Sepanjang Malam', 'Blaze', dan 'Lullaby'. Tema kisah cinta antara lelaki dan wanita masih sangat kental di album ini. Namun belum bercampur dengan aroma sufistik di album-album berikutnya. Kisah cinta itu bisa dilihat dari "Sajak Sepanjang Malam' dan 'Lullaby' yang dramatis, tentang pengorbanan pria terhadap wanitanya. Atau 'Apple of The Eyes' yang merupakan lagu cinta bahagia yang manis.

Tema lain tentang pencarian kebenaran hakiki, misalnya ada di 'Traffic Light' dan 'Assailant'. Kritik terhadap perang, ditampilkan di lagu 'Teardrop in My Tearoom' yang penyusunan liriknya dibantu Erick. Sementara itu di lagu 'Hour' kita bisa melihat bentuk lirik sufistik Firman yang masih sedikit 'kasar'. Tema berikutnya, tentang hari kiamat, yang kemudian diulang lebih baik dalam album SIGN, muncul di 'Day of Judgement'.


"REVOLUTION"
Released: January 2nd 2008
Sale: 1.652.385 (Maret 2008)
Label: Levrant.com
Highest Position: #1 (National Chart)

tracklist:
01. Sajak Sepanjang Malam
lirik: Firman/ lagu: Firman & Satir

02. Traffic Light
lirik: Satir/ lagu: Erick

03. Apple of the Eyes
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan

04. Blaze
lirik: Firman/ lagu: Firman

05. Udara Rosemary
lirik: Firman/ lagu: Firman

06. Assailant
lirik: Satir/ lagu: Erick

07. Everyday, Happy Birthday
lirik: Satir/ lagu: Satir & Erick

08. Hour
lirik: Firman & Ramadhan/ lagu: Ramadhan

09. Teardrop in My Tearoom
lirik: Firman & Erick/ lagu: Erick

10. Day of Judgement
lirik: Firman/ lagu: Erick

11. Lullaby
lirik: Firman/ lagu: Satir



SAJAK SEPANJANG MALAM
lirik: Firman/ lagu: Firman, Satir

Rembulan di manakah kau kini,
yang hitam cuma langit malam
Rembulan di manakah ku kini,
terserak di tengah kerumunan

Limpahkanlah dia cahaya gemilang
yang terpantulkan yang disembunyikan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam

Rembulan di mana kau sembunyi,
dia pun telah lama'tuk menanti
Rembulan di mana ku berbunyi,
kurasa tak di dunia ini lagi

Terlimpahkah dia cahaya benderang?
Yang terasingkan yang terhinakan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam

Limpahkanlah dia cahaya gemilang
yang terpantulkan yang disembunyikan
Dan sajak ini sajak usang biarlah diambil
diremas dirobek dicerca dihina disulut dibakar
tak bersisa sepanjang malam





TRAFFIC LIGHT
lirik: Satir/ lagu: Erick

oh~ menyala lagi, warna merah darah
tidak ada nyali gerakan berhenti
mata mudah mati juga cinta ini
lelah hari-hari berat ditumpahkan

oh~ kekasih hati lampu hijau itu
di mana mereka, di mana mereka
tidak muncul juga, tidak muncul lagi
aku jadi mati segala berhenti

hidup penuh cinta ada di tak ada
yang tak terlihat yang jauh tak terkira
jiwa penuh cinta di sini tak ada
dia tak terlihat makin jauh lagi...

oh~ menyala lagi, warna merah darah
tak ada aturan semua bertabrakan
hidup mudah mati tidak cinta ini
jika itu buat untukmu selalu...

hidup penuh cinta ada di tak ada
yang tak terlihat yang jauh tak terkira
jiwa penuh cinta di sini tak ada
dia tak terlihat makin jauh lagi...





APPLE OF THE EYES
lirik: Firman/ lagu: Ramadhan

Bisa jadi matahari tergelincir
Engkau belum merampungkan tidurku
Bisa jadi bintang-bintang lenyap hilang
Aku masih menggeluti nafasmu
Apple of my eyes...

Takkan ada yang bisa mengalahkan
Pacuan degup jantung memacu-terpacu
Takkan ada yang bisa menaklukkan
Darah menggelegak segala luluh-lantak

Bisa jadi embun pagi telah kering
Kita tetap bertahan di kehangatan
Bisa jadi hari telah jauh berganti
Dan ku lupa segala sesuatu
Apple of my eyes...
we'll eat this apple
till the annihilation day...





BLAZE
lirik: Firman/ lagu: Firman

Tak kusangka air mata
berjatuhan jatuh lagi
di udara yang mendingin
di hati yang telah membeku

Mengapakah kau nyalakan api
yang membumihanguskan tawa
Kala angin bertiup ia terbangkan
serta ke seluruh penjuru dunia

Tak terasa perih ini
tak berhenti luka lagi
di mimpi yang berserakan
di cinta yang tak pernah ada

Mengapakah kau lukai hatiku
berulang dan berulang lagi
dengan darah dan nyawa
yang tak seharusnya terambil

Semakin lama kuterbiasa menerima
Perlakuan ini seolah adalah hal biasa
Apakah tak bisa kuhirup udara
sejernih cinta yang tak pernah tiba?






UDARA ROSEMARY
lirik: Firman/ lagu: Firman

Sekilas di langit kau terbang melayang bersenandung
apakah kau sudah menemukan dia yang kaucari...

Rosemary hari ini sayapmu tak ada lagi
bagaimana engkau bisa terbang jauh dan tinggi
aku ini manusia di siang yang tak berawan
padang rumput tempat aku berbaring sangat sepi

Rosemary kau tiupi telingaku tiupinya dengan lembut
Cinta ini telah terjaga lagi telah terjaga setiap hari

Sekilas di langit kau terbang melayang bersenandung
apakah kau sudah menemukan dia yang kaucari...
Sekejap di tanah kuterbebas dari ikat kekangan
apakah ku bisa menemukan dia yang kaucari...

Rosemary, kaututupi jasad ini dengan kain serba putih
Meski jari semakin dingin hati ingin mengikutmu...

Setiap hariku semakin jatuh cinta di udaramu
padamu, padamu, padanya yang kaucinta...





ASSAILANT
lirik: Satir/ lagu: Erick

Orang asing, wahai engkau
Apa kabar, baikkah kau?
Orang asing jangan jadi
sang pengganggu berotak dungu

Sehingga nanti kuambil batu
melemparkannya ke arahmu
Sehingga nanti kupasang wajah
yang paling masam depan matamu

Jangan turut campur dulu
belum cukup kau mengerti
Jangan ganggu cinta ini
kau belumlah cukup tahu

Orang asing, wahai engkau
sang pengganggu berotak dungu
Orang asing, dengar walau
ucapanku mulai meracau

Sehingga nanti akan kuhentikan
pengembaraanku untuk cintamu
Sehingga nanti akan terhentikan
percintaanmu dengan cintaku

Jangan engkau asal bicara
bila belum kau pahami
Jangan engkau menghakimi
jika benar benarmu satu






EVERYDAY, HAPPY BIRTHDAY
lirik: Satir/ lagu: Satir, Erick

Setiap hari kuterbangun
di dunia yang baru, di cinta tak layu
Setiap hari kuterlahir
di ujung pelangi, di cinta abadi

Dan kau ajari aku berjalan
Dan kau bekali aku cinta

Bagaimana kumesti berterima kasih
untuk segala yang kaucipta
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa pelangimu
Bagaimana kuharus berterima kasih
untuk tumpahan bahagia
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa namamu

Di setiap permulaan pagi
Selalu kauucap selamat hari lahir
Sebelum kubuka mata
Kaucerahkan matahari untukku...

Kuakui aku adalah sesuatu
yang hilang di hadapanmu...

Bagaimana kumesti berterima kasih
untuk segala yang kaucipta
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa pelangimu
Bagaimana kuharus berterima kasih
untuk tumpahan bahagia
tiada hari tanpa cintamu
tiada hari tanpa namamu

Hanya ini yang bisa kuberikan
Tentu tak cukup, kasih...

Everyday, happy birthday [6x]







HOUR
lirik: Firman, Ramadhan/ lagu: Ramadhan

Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan jauh dariku

Hidupku telah lama mati
waktuku habis sia-sia
Sunyi ini semakin kering
tak ada siapapun lagi

Daun-daun berjatuhan
mengabarkan pengakhiran
Tibalah saatnya untuk
kaubawa aku pergi...

Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan jauh dariku

Kutunggu sekian lama
perjumpaan denganmu
Menuju yang tak terbatas
menuju waktu tak berwaktu

Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sedikit banyak, sedikit banyak
Kau berjalan mendekatiku

Sampai kapanpun, hingga kapanpun
kuberjalan dalam waktu
Sampai kapanpun, hingga kapanpun
Ku berharap kau di sisiku.






DAY OF JUDGEMENT
lirik: Firman/ lagu: Erick

Matahari terbit dari barat, kuberbalik
Dia terlahir dari timur pula
Terkesima kami menatapi langit merah
Inikah hari yang dijanjikan?

Dua matahari di kanan kiriku

Berlari, berlari, kuberlari
menjejaki bumi melintasi sang waktu
Tubuhku, tubuhku, rusaklah rusak
Hancurlah engkau biar jiwaku lari
dan kami pun bersua...

Ribuan cinta berjatuhan ke bumi kerontang
Menghujani manusia
Jutaan cahaya berjatuhan ke tanah gersang
Menghujami kebencian

Bukalah tabir gelap yang membelenggu

Berlari, berlari, kuberlari
Menyeberang semesta memutari putaran
Tubuhku, tubuhnya, remuklah sudah
Terlarut keabadian terlarut cinta
Cuma cinta yang abadi...
Cuma cinta yang abadi...

[tak akan ada detik, tak akan ada waktu
tak akan ada benci, dan hanya ada cinta]

Terperangah kami memuji-mujimu
Terperangah kami memuja-mujamu

Berlari, berlari, kuberlari
Menyeberang semesta memutari putaran
Tubuhku, tubuhnya, remuklah sudah
Terlarut keabadian terlarut cinta
Cuma cinta yang abadi...
Cuma cinta yang abadi...
Dan cinta pun abadi





TEARDROP IN MY TEAROOM
lirik: Firman, Erick/ lagu: Erick

Senjata terangkat tinggi-tinggi di udara
Kubertahan berdarah di perang yang panjang
tanganku terangkat agak rendah di udara
mengucap namamu dengan bibir bergetar...

Kauteteskan air mata di keheningan
terisak dan sedih mengguncang hati

kekasih kutahu kau sedang menungguku
di sana di ruang kosong yang pernah ada
kau aku tertawa terbawa perbincangan
dan kini rasanya ruang itu makin hampa....

Kauteteskan air mata di keheningan
terisak dan sedih mengguncang hati
Kekasih dengarkan kumau kau tersenyum
tengadahkan wajah hapus setiap luka...

Di sini kupertahankan nama tak bernama
seperti kita yang paling mengetahui
kebenaran, kekasih, tak ada di dunia,
tak ada sampai tiba dipegang nyawa

Kauteteskan air mata di keheningan,
berbisik agar tubuh ini bisa bertahan
Kekasih dengar hidup ini sementara
di akhirnya di akhirnya dipadamkan






LULLABY
lirik: Firman/ lagu: Satir

Kuakan menyanyikan lagu hingga dia terlelap
di badai berkepanjangan yang tak kunjung usai
Kecemerlangan pijar dihembus angin kencang
Kuselimuti dia dengan sedikit kehangatan

Dan meski kau tak bertemu lagi,
percayalah ini lagu terindahku...

I'll sing lullaby to make her goes to sleep
Where is the torch that lights my hope on

Dan meski kau tak mendengar lagi,
percayalah ini lagu terbaikku...

Tidurlah tertidur, lelaplah mimpi indahmu
Jangan pernah terjaga hingga esok pagi tiba
Menghancurkan badai membungai harummu
sehingga dingin ragaku sedikit lebih berarti










Newest
Previous
Next Post »